Lorenzo Untuk Juara Dunia

20 12 2009

Indy MotoGP 2009 Pictures, Images and PhotosSeperti main game, makin tinggi levelnya makin susah musuhnya. Mungkin ini yang sedang dirasakan Valentino Rossi. Di awal debutnya di MotoGP, Rossi terlibat perseteruan dengan Max Biaggi, lalu ada Sete Gibernau. Meski lebih senior, keduanya eces di asapi Rossi.

Level naik makin tinggi, Rossi tak hanya bertarung melawan pembalap, tapi juga harus melawan mesin. Dia adalah duet Stoner dan Ducati. “Buat motorku 10 km/jam lebih cepat dari sekarang, sisanya biar aku yang mengusahakan,” pinta Rossi kala YZR M1 yang ditungganginya kalah kencang dari Ducati. Jelas kan bila saat itu tingkat kesulitannya makin tinggi.

Dua Musuh Dalam Selimut
Hasilnya Rossi kini telah sukses mengasapi Stoner dan Ducati yang artinya pembalap Italia ini juga harus kembali naik level. Di level ini Rossi harus menghadapi musuh dalam selimut. Totalnya ada dua musuh dalam selimut sekaligus, maklum juara dunia berkali-kali musuhnya harus lebih susah.

Musuh dalam selimut yang pertama adalah Jorge Lorenzo, rekan satu timnya di Fiat Yamaha. Yang kedua adalah timnya sendiri. Kenapa? Karena keduanya memiliki privasi dan strategi sendiri-sendiri. Sejak awal Yamaha memang sengaja tidak membuat kebijakan mana pembalap pertama dan mana pembalap kedua.

Setiap pembalap memiliki team manager dan kru mekanik sendiri-sendiri. Rossi dikawal tim yang dipimpin Davide Brivio, sedang Lorenzo punya Daniele Romagnoli sebagai manager tim. Akhirnya pemisahan ini membuat tidak ada kata teman diantara mereka berdua, keduanya tetap bersaing layaknya pembalap lain di MotoGP.

Bedanya Rossi dan Lorenzo pakai baju balap dengan warna yang sama dan motor Yamaha YZR M1 dengan spesifikasi yang sama persis. Nah, ini inti masalahnya, kalau motornya sama persis tentunya bukan hanya adu skill di lintasan tapi ada faktor gengsi diantara keduanya. Rossi jelas ogah dibilang kalah dari Lorenzo yang pakai motor sama persis.

Kalau sampai kalah, jelas pembalap kelahiran Urbino, Italia ini ketiban malu. Skillnya yang katanya tidak ada tandingan itu bisa dipertanyakan, kemampuannya memberikan input data settingan motor pun juga jadi meragukan. Persaingan tidak akan makin memanas jika Lorenzo tidak punya skill yang mumpuni untuk setara dengan Rossi. Apesnya Lorenzo mampu menandingi Rossi.

Sampai saat ini, Rossi terbukti kewalahan menghadapi Lorenzo. Ketenangan dan kedewasaan Rossi saat bertarung dengan musuh-musuhnya di level sebelumnya (Biaggi, Gibernau, Stoner) hilang sudah. Emosi Rossi sering tak terkontrol saat bertarung dengan Lorenzo.

Contohnya ketika Rossi terburu-buru ganti ban slick di Le Mans ketika aspal masih basah yang akhirnya membuatnya terjatuh. Pembalap tinggi jangkung ini seolah tidak pernah mau di dahului rekan satu timnya ini. Dan sebaliknya Lorenzo sendiri mampu tampil tenang, wajar saja Lorenzo tak punya beban. Menang hebat, kalah juga maklum masih belum se senior Rossi.

Yamaha Bikin Lorenzo Jadi Juara Dunia
Sebagai musuh dalam selimut kedua, Yamaha tahu benar potensi Lorenzo. Tak heran bila Yamaha memberikan harapan pada obsesi Lorenzo yang juga ingin jadi juara dunia dengan memberikannya tim yang sangat baik di bawah kepemimpinan Romagnoli sebagai manager tim. Caranya seperti yang sudah di jelas kan di atas.

Ini semua bisa jadi pertanda pabrikan Yamaha memang menyiapkan konflik Rossi-Lorenzo. Sekaligus menyiapkan Lorenzo sebagai juara dunia di atas Yamaha YZR M1. Agar tercipta image Yamaha yang kencang bukan hanya Rossi-nya yang hebat.

Masuk akal kan?

sumber : otomotifnet.com


Actions

Information

2 responses

25 02 2010
Rofi Budiyanto

Kabar terakhir, Fiat Yamaha malah mengganti manajer Lorenzo yang notabene bisa dikatakan sebagai orang baru dan kalah pengalaman. Mereka juga mempersilahkan jika sewaktu-waktu Lorenzo memutuskan hengkang. Di lain pihak, sampai sekarang belum pernah ada isu serius tentang kepindahan Rossi dari Yamaha selain masalah gaji.

Satu hal yang menurut orang-orang sekitarnya ingat, Rossi selalu bisa merumuskan masalah, bertindak sebagai leader, memberi motivasi, dan berdiskusi untuk memecahkannya. Dan karena hal itulah secara spontan mereka mempunyai julukan sendiri kepadanya, ‘The Doctor’.

Rasanya belum pernah ada kerja sama seharmonis yang dilakukan Rossi, Burges, dan Yamaha, dimana tidak ada salah satu pihak yang merasa diatas yang lainnya. Tidak banyak yang sadar, itulah alasan kenapa mereka masih bisa bersatu sampai sekarang. Mungkin akan ada peluang bagi rival yang lainnya bila suatu saat mereka berpisah.

Walau belum sempurna, saat ini memang sudah terlalu rekor yang ditorehkan Rossi. Dan rasanya kita tidak perlu berharap akan ada yang berusaha menyamainya minimal sampai 50 tahun kedepan, seperti yang pernah dikatakan Doohan.

12 01 2013
Trik Bisnis

Info yang menarik mas, terima kasih atas sharing ilmunya. Sangat bermanfaat, keep posting dan salam kenal, ditunggu kunjungan baliknya mas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s