Modifikasi Terlalu Ekstrem, Motor Ditilang

12 12 2009

Photobucket
Jakarta – Tak seperti modifikator mobil yang tidak menyurutkan gaya ekstrem, tren modifikasi roda dua di 2010 justru bakal meninggalkan gaya ini.

Kalangan modifikator menilai tren ekstrem dinilai menyalahi undang UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Bab VII pasal 48.

Hal itu diungkapkan oleh Topo Goedel Atmodjo, sang kreator dari Tauco Custom ketika ditemui detikOto di bengkelnya, Kamis (10/12/2009).

“Modifikasi esktrem lambat laun akan ditinggalkan di 2010, orang malah akan memilih gaya modif ke safety dan fungsional,” katanya.

Sebab menurut Topo keinginan itu akan timbul dibenak modifikator ketika dirinya mengetahui bagaimana sikap aparat hukum atau polisi jika melihat roda dua berkeliaran di jalan dengan model modifikasi yang tidak sesuai UU 22 tahun 2009.

“Sebagaimana disebutkan dalam undang-undang 22 tahun 2009, sepeda motor harus sesuai dengan rancangan teknis kendaraan dengan peruntukannya dan penggunaanya. Jadi bila motor tersebut tidak sesuai bentuk dan karakteristik untuk jalanan maka siap untuk ditilang saja,” ucapnya.

Bila diperhatikan satu diantara dari ratusan bahkan ribuan sepeda motor yang melintas di jalan, pasti telah mengalami perubahan modifikasi. Entah itu perubahan pada bagian depan, belakang, atas maupun bawah.

Tentu perubahan itu bisa terjadi pada bagian bodi, besar kecilnya ban yang digunakan, pelek yang tidak standar, fairing, front dan undertail.

“Semua itu sah-sah saja, asalkan sesuai dengan koridor-koridor hukum yang berlaku. Namun ketika hendak melakukan modifikasi, harap pikirkan ditel setiap bodi. Jangan sampai ketika motor dijalankan hanya berujung maut,” ucapnya.

Maut itu menurut Topo akibat perubahan bodi yang tadinya fiber menjadi plat. “Plat itu harus didesain sedemikian rupa sehingga tidak mencederai orang lain,” tambahnya.

Belum lagi sentuhan modifikasi knalpot. Untuk alat vital roda dua satu ini seharusnya Anda sang modifikator menurut Topo harus benar-benar memperhatikan.

“Sebab pemerintah sudah mencanangkan emisi gas buang sepeda motor harus bersih. Akibatnya jika dibuat pendek, maka alat uji tidak bisa berfungsi maksimal. Alhasil kadar karbon dioksida kendaraan menjadi tinggi. Belum lagi melanggar kebisingan suara. Jadi harus benar-benar seefektif mungkin,” jelasnya.

Selain itu, Topo juga menjelaskan pecinta modifikator harus menghindari segala bentuk variasi roda dua yang membahayakan orang lain seperti grip gas tajam, spion lancip, footstep besi, jok kulit licin, skrup atau baut pengikat terbuat dari alumunium dan bentuk knalpot lancip.

“Meskipun harus ekstrem, tolong bentuk keseluruhan sepeda motor harus smooth dan tidak membahayakan orang lain. Bentuk bodi kembalikan ke safety sebab unsur safety akan menjadi pertimbangan di 2010,” tutupnya.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s